Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Suddenly thought #1

Setelah beres-beres dan siap-siap meninggalkan rumah saya duduk di sisi tempat tidur menjangkau ponsel yang masih tergeletak di atas bantal, melihat jam yang masih memungkinkan scroll sosial media , “mungkin tak apalah melihat-lihat apa yang terjadi pagi ini” kataku dalam hati, beberapa ig story teman postingan semalam dan beberapa kutipan-kutipan yang lumayan menyentuh sanubari, salah satunya begini,   “ jika kamu lelah mencintai seseorang, tetaplah mencintainya, tapi perlahan pudarkan keinginan untuk memilikinya”  Ya, tapi kadang kita kehilangan logika saat sedang jatuh cinta,  Tidak, seharusnya kita tidak menggunakan logika untuk apa saja yang berasal dari hati, cintamu tetap simpan di hatimu,  keinginan ataukah hasratmu sifatnya duniawi termasuk untuk memilikinya, maka kendalikan dengan logikamu. 

Eunoia

Aku yang diam dan kamu yang hilang kepedulian dan atau sebaliknya Seperti itulah, sudah seharusnya Jangan benci, jangan Jangan simpan luka, iya, jangan Kita tak seharusnya menyesali apa yang sudah terucapkan Dan tak pula benci apa yang tak sejalan dengan yang dipikirkan, Baik dan buruknya, senang dan sedihnya, kuat dan rapuhnya pun mudah dan sulitnya,  Semua hal akan membawa kita pada bahagia,  Banyak senandika membawaku mengenal siapa aku, juga kamu dan akan jadi apa kita   jauh dari Nirmala, memang tak pernah ada Nirmala Apa yang membuat ku harus menyesal? Bukankah sudah seharusnya eunoia tak melahirkan penyesalan “ jika punya anak lagi, akan saya beri nama Eunoia”

small talk #1 "tentang yang berubah"

 Suatu waktu seorang sahabat pernah berbicara padaku: "sebenarnya tidak ada orang yang berubah" Seingatku, dia hanya mengatakan demikian dan tak memberikan penjelasan apa-apa, pun saya tidak sedang dalam mood ingin tahu lebih lanjut, atau dia menjelaskannya dan saya tidak memahaminya. sekarang saya pikir dia benar,  Pelan-pelan, kita akan menemukan tempat dimana idealisme kita diterima, kita nyaman dengan apa adanya kita, nyaman tidak mempedulikan pendapat orang lain, yang akhirnya membawa kita pada diri kita yang sebenarnya, ya, kita tidaklah berubah , simple- nya, kita menemukan jati diri kita, tentu saja lewat banyak interaksi, pengalaman-pengalaman hidup juga pahit dan getirnya perjuangan (wkwkwkkw too seriouss). Jati diri kita, tak melulu baik, obviously , sebagian dari kita akan punya porsi menjadi lebih jahat dari yang lainnya, saya kira seperti itulah hidup berjalan. Pesan dari Spongebob "bersih tidak akan terlihat bersih tanpa adanya kotor".