Ku-Lap di Bantaeng, Sul-Sel. (Bunga-bunganya cantik tapi ditepi jurang..)


So exited... tanggal 3 kemarin, kami berangkat untuk kuliah lapangan di Bantaeng ... (Ya Allah.. that so amazing place for me...)

Berlangsung selama 3 hari, berangkat hari jumat pulangnya hari minggu...

hal pertama yang terasa adalah "dinginnya minta ampun seperti di Kutub Utara" (hahahaLEbay). nuansanya kayak di korea gitu ...(modal lihat di drama korea)





so, let me tell you something about this place... Bantaeng itu sebuah kabupaten di daerah Sulawesi Selatan, daerah  yang kami kunjungi disana namanya daerah LOKA.. Perjalanan menuju kesana dari makassar sekitar   5 jam dengan bus yang disewa Fakultas kami, menuju ke Bantaeng kita akan melewati jalan yang berkelok di tepi jurang, tapi tenangggg... bukan hanya jurang saja, banyak pemandangan lainnya kok... 

misalnya saja...  setelah melewati Makassar, Gowa, dan Takalar (yang notabene masih dekat dengan pusat kota) kita  akan memasuki  daerah Jeneponto... kota yang khas dengan kuda dan coto kudanya, di jeneponto ini pemandangan yang paling dominan itu adalah persawahan dan laut disamping reklame warung coto kuda yang sudah pasti seliweran.

Begitu tiba di perbatasan Jeneponto-Bantaeng maka kamu akan banyak menemukan bunga-bunga yang wuihhh ... cantik-cantik .. tapi letaknya di pinggir jurang ....



Bantaeng merupakan daerah dataran tinggi dengan suhu dibawah 30 derajat pada siang hari dan mencapai 13 derajat saat midnight hingga subuh menjelang (bawa jaket jangan lupa!), bagi orang pendatang air di Bantaeng itu seperti dituang dari  kulkas ... (saking dinginnya...). malah kebanyakan mengurungkan niat untuk mandi. Padahal salah satu cara meredam rasa dingin disuatu tempat dengan suhu rendah adalah begitu tiba di lokasi kudu langsung mandi, agar suhu tubuh dan lokasi jadi setara. 

tapi, segalanya terbayarkan dengan pemandangan alam yang ditawarkan di tempat ini. Daerah ini sudah menjadi kawasan holtikultura dan temapat wisata flora karena keragaman flora dan kuantitasnya yang melimpah,  jenis- jenis flora utamanya tentu saja yang hidup di daerah bersuhu rendah seperti Edelwise, Masamba, Krisan, dan Mawar yang ukurannya besar-besar dan beraneka ragam. 

setiap tempat pasti ada kurangnya dong yah... kalo kurangnya... di daerah ini belum apa penginapan ... oleh sebab itu, kami di tempatkan di rumah- rumah penduduk yang telah ditunjuk oleh kades/sekdes untuk dijadikan tempat menginap.

this is some pic. from Loka-Bantaeng, taken with love..






kalo yang satu ini pose sebelum berangkat di Fakultas Mipa. Universitas Hasanuddin. see yaa...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hunting story II