Prenagen atau Lactamil? Saya memilih Prenagen, tapi... (Susu untuk Ibu Menyusui)

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatu...
Back to OB Blog's.. yang masih saja jarang terjamah ini... 
with me.. A Really  really happiest  MOM, Aldila...

What now?!, 

Ingat dong postingan saya tentang Bye-bye fever?, yang ga ingat atau baru menikmati blog saya "Selamat datang" dan bisa baca tentang postingan itu disini. Kalau saya tidak salah ingat, disitu saya bilang " Asi saya kurang lancar" dan kemudian saya memutuskan untuk membeli susu busui untuk kedua kalinya dengan merek berbeda. Why? 

Menjadi Ibu adalah sebuah Karunia, Karunia yang tak ternilai dan tak terhingga bahagianya... Allah mempercayakan kita untuk menjaga mahluk ciptaan-Nya, kepercayaan yang begitu penuh yang tak ragu untuk Ia amanahkan kepada kita, sebab Ia tahu kita sanggup, jadi sudah seharusnya kita memegang teguh amanah tersebut, menjaganya dan memproritaskannya karena Allah yang menghendakinya. And whats going on?

Setelah melewati masa kehamilan dan melahirkan yang masing masing memberikan pelajaran berharga sekarang Baby Kho' sudah pada tahap menyusui, Alhamdulillah.. saya sangat bersyukur karena Allah menganugerahkan orang-orang hebat tempat untuk bersandar. 

Memberikan ASI Eksklusif (6bln) dan berlanjut selama 2 tahun dengan makanan pendamping adalah goals bagi seluruh ibu-ibu dan anjuran dari seluruh dokter serta tercatat dalam Al-Quran. Itu artinya ASI adalah makanan terbaik untuk diberikan kepada bayi baru lahir hingga usianya 2 tahun, yang mana itu pun menjadi goal bagi saya.

saat ini Khaulah sudah hampir 6bln, rasanya sangat senang bisa memberikan ASI sejauh ini, semoga berlanjut hingga 2 tahun kemudian. InsyaAllah..

serba serbi Menyusui,  mulai dari hoaks hoaks seputar ASI, mitos mitos, larangan larang jaman dulu yang masih berlaku jaman now turut memberi warna dalam ASI eksklusif seorang Khaulah, hemat saya.. jika dirasa tak masuk diakal jangan diterapkan namun kalo terasa bermanfaat monggo silahkan saja, intinya adalah perbanyak membaca... seputar parenting, Iqro!

kehilangan ASI dimasa menyusui bisakah?
Wow! bisa banget.. 
Disini saya ga mau bicara seputar yang saya baca tapi pengalaman aja, pengalaman pertama kehilangan ASI karena stres, stres berkepanjangan pasca melahirkan, pengaruh babyblues atau apapun barangkali bisa menyebabkan stres dan kehilangan ASI dan itu benar, ini terjadi waktu Khaulah masih neonatus, hal yang saya lakukan adalah nyari daun katuk, Alhamdulillah sekali tetangga di samping rumah ada yang menanam, dan saya makan daun katuknya sepanci loh.. and it works. ASI kembali lancar juga setelah - setelahnya tanpa perlu saya konsumsi lagi.

sebelum lanjut kekejadian kekuranga ASI untuk kedua kalinya saya mau kasih informasi, kalo saya itu tergolong penyapih bayi konvensional, jadi Khaulah ga nyusu pake botol, sejauh ini Khaulah belum pernah beli botol susu, saya juga dak pake pumpingan, kalo ada ASI lebih paling diperah langsung pake tangan lalu ditaruh digelas dan dikasih ke Khaulah pake sendok, ini dikarenakan postingan beberapa teman tentang kurang dianjurkannya pemakaian dot bayi, dan sampai sekarang saya mengaminkan kegiatan ini, maybe its because i'm full mom akan berbeda mungkin kalo saya adalah working mom, hal ini berlanjut pada pemahaman saya yang bergeser setelah menonton sebuah tayangan TV tentang seorang dokter yang ternyata tak menganjurkan konsumsi susu bumil maupun susu busui, katanya yang perlu dibenahi adalah pola makannya saja, kata dia yang paling bikin gerr saya adalah jangan bikin suami jatuh miskin cuma untuk susu yang bisa di dapatkan kandungannya pada makanan sehari-hari bahkan lebih. WAGELASIH...

lanjut lagi kehilang ASI yang kedua kalinya...di usia 4bln Khaulah, bukan hilang tapi kurang kali ini sampe Khaulah dehidrasi, pipisnya jadi kuning banget dan sedikit, ganti popok jam 19.00 esok pagi 07.00 masa iya pipisnya cuman sekali... dari sinilah  saya memutuskan untuk minum susu busui, karena saya yakin  pola makan yang acak acakan menjadi penyebab ASI saya kurang, apalagi saat itu saya jarang makan sayuran. 3 opsi susu busui saat itu adalah ANMUM, PRENAGEN dan LACTAMIL. Saya beli yang lactamil, yang 200 gr, susunya enak(saya ambil rasa coklat), saran konsumsi 2 kali sehari, 3 hari setelah konsumsi susu ini saya merasa ASInya ada tapi tidak membanjir seperti prediksi, saya agak kecewa sih karena masih lebih ampuh daun katuk yang sepanci itu. Setelah susunya habis saya kembali menerapkan pola makan seimbang menjaga produksi ASI dan tak minum susu busui lagi.

kemudian kekurangan ASI yang ketiga kalinyapun terjadi 5 hari yang lalu, disaat Khaulah lagi demam, keadaan ini membuat saya mengambil kesimpulan Khaulah demam karena dehidrasi, Akhirnya saya kembali membeli susu busui tapi yang PRENAGEN, 400gr  menurut saya karena sudah mendekati pemberian MPASI sepertinya Khaulah sudah ga kenyang kalo asupan ASInya segitu saja sehingga harus dikasih ekstra sementara produksi ASI saya hanya segitu doang.,. jadilah beli susu busui lagi, saya beli prenagen bukan karena kecewa sama lactamil tapi karena pernah nyobain susunya ipar saya waktu itu ketika kejadian pembengkakan payudara (ipar saya yang mengalami), dan saya merasa efeknya bagus.

Well, jadinya berimbangkan kalo setelah sama sama 3 hari mengkonsumsi susu-susu tersebut kemudian saya memberikan komentar, dari rasa.. sama aja dua-duanya enak (keduanya coklat, saya tidak mau ambil resiko mual dengan susu putih), packaging L: 7 P: 8,5 bisa diliat sendiri kalo beli, saya ga bilang package nya lactamil jelek yah.. kemudian hasilnya, kalo tadi lactamil tidak sesuai ekspektasi, prenagen manghampiri apa yg saya banyangkan , ASI saya jadi lebih banyak dan lancar, how I know..?

saya menandai produksi ASI saya yang melimpah dengan mengerasnya payudara pada bagian luar, itu "untuk saya" dari awal menyusui saya menandainya seperti itu, pada kedua payudara, dan biasanya terjadi setiap bangun pagi. Jadi pada saat konsumsi yang L itu tidak terjadi sama sekali tapi ASI saya tetap lancar, sementara waktu konsumsi P itu terjadi tapi tidak mengeras seperti yang saya ekspektasikan its mean ASI melimpah waktu mengonsumsi Si P, yang jadi pertanyaan saya adalah saya cuma minum prenagen ipar saya sekali tapi kok bisa semelimpah itu yah sehingga menggiur saya untuk beli prenagen, sedangkan setelah saya beli sendiri.. kok efeknya dak sampe segitunya... ???

satu hal lagi yang mau saya tambahkan, saya memilih prenagen untuk urusan kuantitas ASI, namun perlu saya sampaikan semenjak mengonsumsi prenagen setiap pagi saya merasakan peningkatan asam lambung sementara waktu minum lactamil itu ga terjadi sama sekali saya tidak tahu kenapa, mungkin saja karena tingkat ke asaman P lebih tinggi dari L, FYI saya punya maag yg cukup akut, jadi saya sedang mencari cara mengkonsumsi susu itu tanpa menganggu kinerja asam lambung, peningkatannya tak begitu parah namun cukup menggangu semoga saya sanggup menghabiskannya...
jadi, saya memilih Prenagen tetapi perlu waspada akan peningkatan asam lambung.

ngomong-ngomong saya ada resep praktis booster ASI dapat dari internet, saya minta maaf banget tidak menyertakan sumber:
Kurma 7 buah (rendam 12 jam) dalam 175 air matang
Susu Putih bubuk (saya pake dancow) 2 sachet
madu 3 sendok
di blender sedemikian rupa dan nikmatin aja disela sela jam makan, it works...

semoga yang sedang menyusui mendapat kekuatan dan kesabaran... perjuangan untuk setetes ASI memang luar biasa Moms.. I Feel You.. Muah..  Wassalam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

hunting story II