Origami: dibuat oleh Ibu, disemangati Kakak

Hallo semuanya, apa kabar? Kali ini saya mau posting mengenai perkembangan anak "semata wayang" saya, Khaulah Al-Humairah, walaupun saya sudah lupa terakhir kali membahas anak itu kapan but lets start... 

Sekarang Khaulah a.k.a Galuh, akan masuk usia 2 tahun bulan april ini, jadi dia sudah punya nama rumah yaitu Galuh, kadang saya panggil Kakak juga, atau kalo lagi malas panjang panjang.. Ibu panggilnya 'Uu'. 

Sangat aktif bermain, suka nonton kartun, manjat-manjat dan yang paling sering dia lakukan adalah membongkar buku dari rak, pernah satu hari, hampir semua buku

diturunkan dari raknya, mungkin itu sebabnya mengurus anak adalah hal yang butuh kesabaran ekstra++.

Kemarin karena lihat dia bosan dengan kegiatannya yang itu-itu saja, saya ajakinnn deh.. membuat Origami (FYI origami itu istilah untuk seni melipat kertas dari negeri sakura, Jepang).
"Loh emang udah bisa?" Hhe.. ya belum, tapi responnya excited, melihat banyak perlengkapan prakarya, mengoyak kertas origami, membuka plastik lem lilin, merobek origami yang sudah jadi dan hal-hal lain yang pasti anak seusianya lakukan saat melihat hal baru.

"Lah, trus kenapa diajak, kan belum ngerti?"

it's okay lah.. kalo belum ngerti, polanya sederhana learning by doing.

So, yeah, Poinnya supaya kami bisa membuat sesuatu bersama, merangsang kreatifitasnya, melatih bekerja sama dan yang paling penting dia ndak terpaku menonton Youtube di hape, jujur saja saya salah satu yang membolehkan anak bermain hape, semoga saya bisa lebih tega. 

Kegiatan prakarya yang kami mulai malam minggu dapat diselesaikan pagi hari berikutnya karena 'Uu' ngantuk... ibunya juga... and now, our first masterpiece is hanging over the door.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

hunting story II